Team Alpha Omega menjadi Juara-I dalam perhelatan ini. Diikuti oleh ribuan praktisi software open source untuk saling memperkuat pengetahuan dan jaringan, ajang kompetisi Indonesia Creative Open Source Software (ICrOSS) di Balai Kartini, yang berlangsung pada tanggal 24-25 April 2013. Sementara team dari Kemenhan yaitu Team Brahma dan Team Baladewa, masing-masing menduduki tempat ke 2 dan ke 3.

Pada prinsipnya, kompetisi ini sama seperti game war, ada cyber defense (ref.) atau pertahananan dunia maya dan cyber attack (ref.) atau penyerangan dunia maya). Masing-masing anggota dalam team memiliki tugas untuk menyerang pertahanan cyber lawan atau menyerang balik lawan sambil terus bekerjasama untuk menjaga pertahanan cyber kita sendiri. Jika berhasil membobol pertahanan cyber lawan (team peserta lain) kita memperoleh point. Sebaliknya jika kita terkena serangan, maka point kita berkurang. Saat itu team kami berhasil masuk ke jaringan cyber lawan saat final yang terdiri dari beberapa team, setelah banyak yang berguguran pada babak penyisihan. Diluar dugaan, kami mengumpulkan point terbanyak dan pastinya senang sekali saat diumumkan bahwa team kami adalah pemenang juara pertama kompetisi ini!

Ketua panitia ICrOSS Ifik Arifin menyebutkan ekspektasinya ada sekitar 1000 peserta selama dua hari dalam workshop dan seminar. Topik hangat seperti network performance dan internet hosting Raspberry Pie menjadi bahasan utamanya. Menristek RI, Prof. Gusti Muhammad Hatta, sangat mengapresiasi kesolidan komunitas open source. “Open source mengajak masyarakat berbuat jujur dengan menggunakan software orisinal dan mengajak hidup hemat,” tuturnya saat membuka acara.

Memang ketersediaan akses telekomunikasi dan internet yang kian meningkat telah menjembatani masyarakat untuk tetap terhubung. Termasuk dari segi kultur, pendidikan, perekonomian hingga pertahanan suatu negara. Akan tetapi, pertukaran data dan informasi rupanya dapat mempengaruhi keamanan hidup serta kestabilan ekonomi suatu negara. Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI menyadari bahwa hampir semua informasi dan data melintasi dunia cyber setiap harinya. Hal ini bisa menjadi rentan apabila beberapa pihak tidak bertanggung jawab dapat menjadikan kegiatan ini sebagai tambang data bagi kegiatan cyber-defense, cyber-crime, cyber-terrorism, cyber-spionase, cyber-war dan cyber-intelligance.

“Setiap hari jumlah cyber-attack yang terpantau rata-rata mencapai 200 ribu serangan. Ditambah lagi, setiap tahunnya muncul satu oklusi dan ancaman non-militer yakni cyber-walfare. Tugas Kemenhan adalah mencegah cyber attack sampai menyentuh kedaulatan negara dan keselamatan bangsa,” demikian yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan RI, Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro MSc, MA., PhD, di Jakarta, pada hari Kamis tanggal 25 April 2013 lalu.

Sebagaimana yang pernah beliau sampaikan dalam acara Asian Security Forum Addresses Cyber Attack, South China Sea (ref. newsclip). Sehingga salah satu bentuk dukungan nyata untuk mengantisipasi hal tersebut, Kemenhan menyelenggarakan Cybercontest ICrOSS (Indonesia Creative Open Source Software) 2013. “Kami berprinsip ’sedia payung sebelum hujan’, di mana kita harus memiliki antisipasi sebelum ada aksi hacker yang membahayakan kedaulatan negara. Melalui pertemuan ini, kami ingin mengumpulkan para ahli TIK untuk bekerjasama dengan Kemenhan memerangi cyber-crime dan cyber-walfare,” lanjut beliau.

Saat ini, Kemenhan sedang berencana untuk menetapkan Liaison Officer (LO) terkait cyber defense dengan seluruh Kementerian di Indonesia. Hal ini dimaksudkan untuk memantau keamanan cyber di masing-masing kementerian. Agenda yang lebih seru berlangsung dihari ke-2 pada penyelenggaraan acara tersebut, yaitu Cyber Defence Competition yang diikuti oleh 20 team yang terdiri dari 100 orang. Ajang tersebut dengan sendirinya menunjukkan team yang solid dalam masyarakat pengguna open source, selain mengajak masyarakat berbuat jujur dengan menggunakan software orisinal dan mengajak hidup hemat, sebagaimana yang disampaikan oleh Menristek RI Prof. Gusti Muhammad Hatta pada saat pembukaan.

Tahun ini, perhelatan yang sama akan diselengarakan kembali di Surabaya dan team kami lolos masuk final acara ini dan segera berangkat untuk berpartisipasi. Menarik? Pastinya!

Yohanes Syailendra
IT Solution Director

Leave a Reply